1. Saya meyakini bahwa keberhasilan sebuah operasi kepolisian adalah hasil kerja keras tim secara kolektif, bukan semata-mata kehebatan saya sebagai komandan.
2. Saya mampu menjaga ketenangan dan berpikir jernih ketika berhadapan dengan provokasi massa saat memimpin pasukan Pengendalian Massa (Dalmas).
3. Saya merasa lebih efisien mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berbelit-belit asalkan tugas dan penangkapan berhasil dilakukan dengan cepat.
4. Sebagai seorang perwira, saya merasa tugas-tugas lapangan yang berat dan kotor sepenuhnya harus diserahkan kepada bintara atau tamtama.
5. Saya selalu meluangkan waktu untuk mengevaluasi kinerja unit kerja saya dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anggota.
6. Saya mudah terpancing emosi dan merasa frustrasi ketika rencana operasi yang sudah disusun rapi harus diubah mendadak karena perubahan situasi keamanan.
7. Jika ada rekan yang menawarkan hasil pungutan liar di lapangan, saya akan menolak dengan tegas dan mengingatkannya.
8. Saya akan memberikan sanksi yang tegas dan terukur kepada anggota yang melanggar disiplin, tanpa memandang kedekatan personal atau masa kerjanya.
9. Saya merasa cemas dan ragu saat harus mengambil keputusan taktis yang cepat di lapangan ketika tidak ada instruksi langsung dari atasan.
10. Dalam menghadapi target penyelesaian kasus yang ketat, saya merasa memanipulasi sebagian data laporan agar terlihat progresif adalah tindakan darurat yang bisa dimaklumi.